Lamongan, 4 April 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Lamongan (Unisla) menyelenggarakan kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) pada 4–5 April 2026 di Aula Gedung A Unisla. Kegiatan ini diikuti oleh 60 mahasiswa FAI dan menjadi salah satu agenda strategis dalam pembinaan kepemimpinan mahasiswa.
Ketua panitia, Ifan, menyampaikan bahwa jumlah peserta tahun ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari mahasiswa. “Pelatihan ini diikuti oleh 60 mahasiswa, ini jumlah peserta yang luar biasa banyak. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini sampai selesai dan mendapatkan manfaat maksimal,” ujarnya.
Kegiatan LKMM-TD dirancang sebagai ruang pembelajaran awal bagi mahasiswa untuk memahami dasar-dasar kepemimpinan, manajemen organisasi, serta penguatan karakter. Tidak hanya berisi materi teoritis, pelatihan ini juga mendorong peserta untuk aktif berdiskusi, berpikir kritis, dan mengembangkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi dalam organisasi kemahasiswaan.
Ketua BEM FAI Unisla, Shofiana, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berkomitmen mengikuti kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara akademik dan organisasi. “Sebagai mahasiswa, kalian harus tetap semangat dalam belajar sekaligus aktif berorganisasi. Keduanya adalah bekal penting untuk masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan FAI Unisla, Hepi Ikmal, menegaskan bahwa LKMM-TD bukan sekadar kegiatan formal, melainkan proses awal pembentukan kepemimpinan mahasiswa. Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada peserta.
Pertama, mahasiswa harus memiliki kesadaran bahwa mereka adalah calon pemimpin masa depan. Kesadaran ini menjadi fondasi dalam membangun tanggung jawab dan orientasi kontribusi.
Kedua, mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan solutif. Dalam konteks perubahan zaman yang cepat, kemampuan menganalisis masalah dan menghadirkan solusi menjadi kompetensi yang tidak bisa ditawar.
Ketiga, mahasiswa harus menjaga akhlak dan integritas. Menurutnya, kepemimpinan tanpa nilai moral hanya akan melahirkan krisis kepercayaan.
“Mahasiswa hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, penting bagi kalian untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter,” ujarnya.
Pelaksanaan LKMM-TD ini juga menjadi refleksi bahwa pembinaan mahasiswa tidak cukup hanya melalui ruang kelas. Diperlukan ruang-ruang pelatihan yang mampu mengasah soft skills, kepemimpinan, serta kesadaran sosial mahasiswa.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan peserta mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. LKMM-TD pun diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak generasi mahasiswa yang adaptif, kritis, dan berintegritas di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.