Lamongan, 2 Juni 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (Himaprodi PAI) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) kembali menggelar kegiatan inspiratif bertajuk Talkshow Quarter Life Crisis, yang merupakan bagian dari rangkaian acara Gemilang PAI 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pascasarjana Lantai 3 UNISLA dan dihadiri oleh mahasiswa dengan antusiasme tinggi.
Kegiatan talkshow ini menghadirkan narasumber muda inspiratif, yakni Ustadz Gen Z Hudzaifah Aslam Mubarak dari Bandung, Jawa Barat. Dalam pemaparannya, beliau membahas fenomena quarter life crisis yang kerap dialami generasi muda, khususnya mahasiswa, yang berkaitan dengan kebingungan arah hidup, karier, dan pencarian jati diri di usia transisi menuju dewasa.
Melalui kegiatan ini, Himaprodi PAI UNISLA berupaya memberikan ruang refleksi sekaligus penguatan mental dan spiritual bagi mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan perspektif yang lebih matang dan Islami. Diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pengalaman pribadi terkait tekanan kehidupan di masa kuliah.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Agama Islam UNISLA menyampaikan pesan penting kepada mahasiswa mengenai bekal utama dalam meraih kesuksesan. Beliau menegaskan bahwa terdapat dua hal yang wajib dimiliki mahasiswa, yaitu ilmu pengetahuan dan iman.

“Ada dua bekal wajib bagi mahasiswa apabila ingin sukses. Pertama adalah ilmu pengetahuan, al-‘ilmu nûrun. Kedua adalah iman, sebagaimana termaktub dalam QS Al-Mujadilah ayat 11,” ungkap beliau.
Lebih lanjut, Dekan FAI UNISLA berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru serta memperluas perspektif mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang diri dan kehidupan akan membantu mahasiswa membangun optimisme serta arah tujuan yang lebih jelas.
Melalui Talkshow Quarter Life Crisis ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual, tetapi juga mendapatkan insight praktis dan spiritual yang dapat menjadi bekal dalam menata masa depan yang lebih baik, berimbang, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.