Skip to main content

Fakultas Agama Islam Unisla

FAI UNISLA Teguhkan Peran dalam Pengembangan SDM Pesantren melalui Program Beasiswa Magister LPPD Jawa Timur

Lamongan – Universitas Islam Lamongan (UNISLA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya di lingkungan pesantren dan madrasah diniyah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seleksi Tahap I Program Beasiswa Magister (S2) Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur sekaligus Seleksi Program Beasiswa Madrasah Diniyah (Madin) Tahun 2026 yang berlangsung di Kampus UNISLA.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten di Jawa Timur, meliputi Lamongan, Gresik, Tuban, dan Bojonegoro. Pelaksanaan seleksi merupakan bagian dari sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan UNISLA dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat kapasitas SDM di lingkungan pesantren dan madrasah diniyah.

Rektor UNISLA, Dr. H. Abdul Ghofur, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UNISLA sebagai tuan rumah pelaksanaan seleksi. Menurutnya, amanah tersebut menjadi motivasi bagi UNISLA untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta seleksi. Semoga seluruh rangkaian seleksi berjalan lancar, objektif, dan mampu menghasilkan calon-calon terbaik yang nantinya memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, pesantren, dan masyarakat. UNISLA akan terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program pendidikan,” ujar Abdul Ghofur.

Pada Program Beasiswa Madrasah Diniyah Tahun 2026, tersedia 15 kuota beasiswa bagi calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi pada Program Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) UNISLA. Proses seleksi dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu verifikasi administrasi, seleksi tingkat Provinsi Jawa Timur, dan tes seleksi.

Program ini membuka dua jalur pendaftaran, yakni jalur Hafidz/Hafidzah dan jalur reguler. Peserta jalur reguler mengikuti tes membaca Kitab Fathul Mu’in, sedangkan peserta jalur Hafidz/Hafidzah menjalani tes tahfidz sesuai tingkat hafalan Al-Qur’an yang dimiliki.

Dari seluruh pendaftar, sebanyak 34 peserta dinyatakan lolos tahap verifikasi administrasi. Selanjutnya, 25 peserta mengikuti tes seleksi yang dilaksanakan di Kampus UNISLA.

Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UNISLA, Hepi Ikmal, menegaskan bahwa program beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen UNISLA dalam meningkatkan kualitas SDM pesantren dan madrasah diniyah.

“Kami berharap pesantren dan madrasah diniyah memiliki sumber daya manusia yang memenuhi kualifikasi akademik sehingga mampu mendorong pengembangan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren. UNISLA memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengembangan SDM pesantren, sehingga kontribusi tersebut diharapkan semakin dirasakan dan diakui masyarakat,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan akses pendidikan, UNISLA juga memberikan kesempatan kepada peserta yang belum lolos sebagai penerima beasiswa utama untuk tetap melanjutkan studi di Program Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) UNISLA dengan memperoleh potongan biaya pendidikan sebesar 40 persen.

Melalui penyelenggaraan dua agenda strategis ini, UNISLA semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pendidikan tinggi, tetapi juga aktif mendukung peningkatan kualitas SDM pesantren dan madrasah diniyah. Sinergi antara UNISLA dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan dapat melahirkan generasi yang unggul secara akademik, religius, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.